Tidak Selamanya Anda Harus Memiliki Respon Dari Omongan Orang

Membedakan Sahabat Yang Baik Dan Sahabat Yang Toxic

Ada banyak orang yang lebih banyak berbicara, lebih banyak mengobrol daripada mendengarkan. Tidak bisa dibilang hal ini salah atau buruk. Tapi alangkah baiknya kita lebih sering melatih diri kita untuk lebih banyak mendengar. Mengasah dan melatih diri kita untuk mendengar dengan penuh. Karena saat kita diam dan mendengar tidak menjamin, kita mendengar dengan penuh. Karena saat kita diam dan mendengar, kadang kita tidak spenuhnya mendengar, tapi kita kadang sembari berpikir harus menjawab apa, harus merespon apa, atau kadang pikirannya tidak ada disitu.

Tidak Selamanya Anda Harus Memiliki Respon Dari Omongan Orang

Dan hal ini yang tidak baik. Hal ini yang tidak diharapkan. Tidak semua omongan harus kita respon, tidak semua omongan harus kita jawab dan berikan pendapat. Saat kita memang tidak memiliki saran atau jawaban, ya jangan paksakan untuk memberikan saran dan jawaban. Dari pada apa yang berikan, apa yang kalian berikan saran dan jawaban malah sama sekali tidak membantu, atau hanya memberikan tekanan pada orang lain. Jadi saat kalian memang tidak memiliki sesuatu untuk diberikan ya jangan paksakan.

Jadi saat seseorang sedang bercerita. Yang paling diperlukan adalah pendengar yang baik, dengar dengan penuh. Sehingga anda tahu apa yang dimaksudnya, apa perasaannya, apa mau nya. Apa isi dari pemberitahuan itu. Apa isi dari omongan yang disampaikan. Sehingga tidak terjadi salah sambung, atau tidak terjadi kesalah pahaman. Dan itu jauh lebih baik, itu jauh lebih membantu. Daripada anda memaksa memikirkan dengan keras anda harus merespon atau memberi jawaban seperti apa.

Jadi cukup dengar dengan jelas, tanpa memotong pembicaraan, tanpa menyela omongannya. Itu akan jauh lebih sopan dan berguna untuk dilakukan di saat itu. Sehingga orang tidak akan kehilangan fokus saat berbicara, orang tidak akan merasa terganggu. Dan saat anda bisa mendengar dengan penuh dan saksama, itu bisa membantu, orang tersebut tidak perlu mengulang omongannya, karena anda tidak fokus. Karena anda tidak nyimak. Karena kesal jika kita harus mengulang-ulang karena orang yang kita bicara tidak ada perhatian.