Beberapa Sebab Orang Rantau Enggan Kembali Kampung Halaman

Beberapa Sebab Orang Rantau Enggan Kembali Kampung Halaman

Bagi teman-teman yang merantau, pasti kalian merasa sangat seru. Bahkan di antara kalian sudah tidak ingin pulang ke kampung halaman. Entah karena sudah keenakan bekerja, sudah terlalu nyaman dengan teman-teman yang ada di sini. Atau mungkin karena sudah ada pacar disini. Kira-kira kalian yang mana? Tapi ada juga yang tidak ingi pulang karena tidak mau nanti di tanya-tanya beberapa pertanyaan oleh orang rumah atau tetangga atau teman sendiri. Kapan lulus? Kerja apa? Pacar mana? Kapan nikah?

Beberapa Sebab Orang Rantau Enggan Kembali Kampung Halaman

Banyak orang rantau yang sudah bertahun-bertahun di kota orang yang rasanya malas pulang kembali kampung halaman meski hanya berlibur. Apalagi untuk berpikir melanjutkan hidup atau usaha atau pun bekerja di kampung halaman. Ini bisa memiliki beberapa alasan. Seperti yang saya jelaskan di atas banyak orang yang enggan pulang karena malas untuk merespon berbagai pertanyaan.

Mungkin terlihat sepele, tapi jika pertanyaan tersebut di pertanyakan berkali-kali setiap bertemu, ini akan sangat mengganggu. Dan bisa membuat tertekan. Mungkin dengan bertanya seperti itu bermaksud untuk mencairkan suasana, tapi saya pribadi tidak merekomendasi menggunakan cara ini untuk mencairkan suasana. Karena ini hanya akan membuat seseorang tidak nyaman, dan membuat jarak. Setiap orang memiliki prioritas dan fokus yang berbeda-beda.

Ada yang fokus untuk menyusun masa depan. Mengasah skill dan mengumpulkan uang karena memiliki banyak list untuk dipenuhi. Seperti memiliki keinginan untuk membangun rumah, membeli kendaraan pribadi, membeli satu barang yang sudah lama di inginkan, atau traveling ke beberapa tempat. Ada juga yang memiliki prioritas untuk belajar. Mengejar targetnya untuk bisa menyelesaikan sampai S3.

Atau ada yang sedang fokus untuk menyelesaikan karya seninya agar bisa segera membuat pameran seni. Sehingga membuat orang-orang ini sibuk dengn apa yang ada didepan mereka sehingga tidak ada waktu untuk berpacaran. Atau tidak ada waktu banyak untuk fokus pada hubungan yang serius. Atau belum siap untuk memiliki hubungan yang serius seperti pernikahan. Masih ingin menikmati dulu masa pacaran.