Belajar Melepaskan Ego Dan Rasa Dendam Sebelum Terlambat

Belajar Melepaskan Ego Dan Rasa Dendam Sebelum Terlambat

Usia orang tidak ada yang tahu. Ada yang meninggal di usia muda karena kecelakaan, sakit, atau bunuh diri dan dibunuh. Ada juga yang meninggal di usia tua karena sakit atau karena sudah usia. Sehingga kita tidak bisa berpikir orang yang sehat walafiat hari ini, masih ada besok hari. Dan bahkan sering sering berpikir orang yang sakitnya sudah parah, bahkan terlihat sudah tidak lama lagi, malah bertahan sampai sekarang ini.

Belajar Melepaskan Ego Dan Rasa Dendam Sebelum Terlambat

Tidak ada yang tahu masa depan. Sehingga penting untuk kita terus menjaga diri kita, baik dari segi kesehatan atau keamaan. Dan memperlakukan orang lain terutama orang yang dekat dengan kita, orang yang kita sayangi dengan sebaik-baiknya. Jaga mereka, jangan sakiti mereka baik secara fisik maupun verbal. Kadang kita sering tidak bisa menahan emosi kita, sehingga kadang lepas, dan memberikan pernyataan yang menyakitkan hati orang lain. Ataupun sebaliknya. Dan akhirnya menyimpan rasa benci dan marah. Dan semua itu hanya karena ego.

Belajarlah memaafkan, belajar menerima. Marah dan kecewa bisa saja. tapi jangan sampai menyimpannya berlarut-larut. Karena akan sedih sekali saat anda memiliki hubungan atau kesan kurang baik terhadap seseorang apalagi orang terdekat, dan tiba-tiba datang kabar duka dari orang tersebut. Akan ada rasa penyesalan, dan rasa kesal lebih dalam lagi di diri. Karena tidak bisa memberikan kesan yang baik terakhir dengan orang itu. Seperti kejadian kakak saya yang berantem besar dengan ayah kami, dan seminggu mereka tidak ada berbicara.

Dan satu hari, tiba-tiba papa saya jatuh, dan setelah bawa di rumah sakit, kata dokter papa kena stroke. Dan hari pertama di rumah sakit, papa sudah tidak bisa berbicara, gerak pun kaku. Dan di hari kedua papa sudah koma, dan hari ketiga papa meninggal. Dan penyesalan yang kakak saya rasakan di bawa sampai sekarang. Sudah 14 tahun, dan dia masih sangat menyesali keadaan itu. Tidak bisa berbicara dengan ayah lagi, tidak bisa minta maaf, tidak ada kesan yang baik atau hubungan baik antara mereka.